Laprak 1 — Konfigurasi Laravel

Pemrograman Web Pertemuan 6 Zahran Azaria Anvaya - 2411531005

I. Tujuan Praktikum

Setelah menyelesaikan praktikum ini, mahasiswa diharapkan mampu:

  • Mampu melakukan instalasi Laravel
  • Mampu konfigurasi environment development Laravel
  • Mampu memahami struktur dasar project Laravel
  • Mampu menjalankan aplikasi Laravel
  • Mampu membuat project baru Laravel

II. Dasar Teori

Laravel adalah framework PHP berbasis MVC yang dirancang untuk mengembangkan aplikasi web dengan lebih efisien dan nyaman. Framework ini menyediakan berbagai fitur canggih seperti routing, middleware, dan ORM yang mempermudah pengembangan aplikasi.

Salah satu keunggulan Laravel adalah kemampuannya dalam mengelola dependency menggunakan Composer, serta menyediakan struktur project yang rapi dan modular. Ini memungkinkan developer untuk lebih fokus pada logic aplikasi daripada mengatur infrastruktur dasar.


III. Alat dan Bahan

  • Laptop / Komputer
  • XAMPP / Laragon (local server)
  • Visual Studio Code
  • Browser (Google Chrome / Firefox)
  • Composer, Node.js, GIT, NPM

IV. Langkah - Langkah Praktikum

1 Install Laragon / XAMPP dan Tools Pendukung Laravel

Download Laragon Full di laragon.org, install sesuai wizard, kemudian buka Laragon dan klik Start All untuk menjalankan semua service. "

Tampilan awal laragon
Gambar 1 – Tampilan awal Laragon

Siapkan tools pendukung Laravel seperti php, composer, npm, node js, dan git (beberapa sudah tersedia bawaan laragon). Jalankan perintah berikut untuk memeriksa versinya dan memastikan seluruh tools sudah terinstall dengan benar sebelum membuat project Laravel

bash
# Jika sudah install composer, jalankan perintah berikut untuk memeriksa versinya dan memastikan seluruh tools sudah terinstall dengan benar sebelum membuat project Laravel
composer --version
bash
# Jika sudah install git, jalankan perintah berikut untuk memeriksa versinya dan memastikan seluruh tools sudah terinstall dengan benar sebelum membuat project Laravel
git --version
bash
# Jika sudah install node.js, jalankan perintah berikut untuk memeriksa versinya dan memastikan seluruh tools sudah terinstall dengan benar sebelum membuat project Laravel
node --version
bash
# Jika sudah install npm, jalankan perintah berikut untuk memeriksa versinya dan memastikan seluruh tools sudah terinstall dengan benar sebelum membuat project Laravel
npm --version
Tampilan install node, npm, git, composer
Gambar 2 – Tampilan version node, npm, git, composer
2 Membuat Project Laravel

Ada beberapa cara untuk membuat project Laravel yaitu menggunakan installer atau menggunakan composer. Pada praktikum ini, kita akan menggunakan composer.

Untuk membuat project baru Laravel menggunakan composer, buka terminal laragon, lalu ketik perintah berikut.

bash
# Ganti versi dan nama project sesuai kebutuhan
composer create-project laravel/laravel=^versi nama-project --prefer-dist

Flag --prefer-dist digunakan untuk mengunduh versi stabil dari package Laravel beserta seluruh dependency-nya secara otomatis

Membuat project Laravel baru
Gambar 3 – Membuat Project Laravel
Membuat project Laravel baru (lanjutan)
Gambar 4 – Membuat Project Laravel (lanjutan)
3 Menjalankan Project Laravel

Setelah berhasil menginstall laravel, masuk ke project yang telah dibuat dan jalankan server development dengan perintah berikut

bash
# Masuk ke direktori project yang sudah dibuat sebelumnya
cd laravel12
Masuk ke direktori project Laravel
Gambar 5 – Masuk ke Direktori Project Laravel
bash
# Jalankan server development
php artisan serve
Menjalankan project Laravel
Gambar 6 – Menjalankan Project Laravel

Setelah masuk ke direktori project menggunakan perintah cd laravel12, kemudian jalankan server development Laravel menggunakan perintah php artisan serve. Server akan berjalan di http://127.0.0.1:8000.
Buka alamat tersebut di browser, jika muncul halaman welcome Laravel maka instalasi berhasil.

Tampilan project Laravel
Gambar 7 – Tampilan Project Laravel

Mengganti Database SQLite dengan MySQL

Secara default Laravel 12 menggunakan SQLite sebagai database. Karena Laragon menggunakan MySQL, maka perlu dilakukan perubahan konfigurasi pada file .env — ubah DB_CONNECTION dari sqlite menjadi mysql, kemudian sesuaikan DB_HOST, DB_PORT, DB_DATABASE, DB_USERNAME, dan DB_PASSWORD. Setelah itu buat database baru di Laragon dan jalankan php artisan migrate untuk membuat tabel-tabel yang diperlukan secara otomatis.

Mengganti database SQLite dengan MySQL
Gambar 13 – Ganti Database SQLite dengan MySQL
Tampilan project Laravel
Gambar 14 – Ganti Database SQLite dengan MySQL

Membuat Database laravel12 menggunakan php artisan migrate

php artisan migrate akan membaca file-file migration yang ada di folder database/migrations/ dan membuat tabel-tabel seperti users, cache, dan jobs secara otomatis di database MySQL

Mengganti database SQLite dengan MySQL
Gambar 15 – Membuat Database laravel12
4 Membuat Halaman Sederhana
Membuat Tampilan Hello World Sederhana
Membuat Hello World Sederhana
Gambar 16 – Membuat Hello World Sederhana

Kode ini mendaftarkan sebuah route GET pada URL /helo yang ketika diakses di browser akan menjalankan fungsi dan mengembalikan teks "Hello World" sebagai outputnya.

Membuat Hello World Sederhana
Gambar 17 – Membuat Hello World Sederhana
5 Challenge: Penerapan MVC pada Laravel
  1. Buat Controller "User Controller"
  2. Untuk membuat controller baru di Laravel, jalankan perintah berikut di terminal laragon

    Buat Controller User Controlller
    Gambar 8 – Membuat Controller User

    Controller berfungsi sebagai penghubung antara Model dan View, menangani request dari user dan mengembalikan response yang sesuai.

  3. Membuat Function Index
  4. Function index() bertugas mengembalikan view user.index. Function ini akan dipanggil setiap kali user mengakses route /user.

    Buat function index di UserController dengan membuka folder app/Http/Controllers/UserController.php

    Membuat Function Index di UserController
    Gambar 9 – Membuat Function Index
  5. Buat View (tampilan html sederhana) di folder resources/views/user/index.blade.php
  6. Blade adalah template engine bawaan Laravel yang memungkinkan penulisan kode PHP di dalam HTML dengan sintaks yang lebih bersih dan sederhana.

    Buat file index.blade.php di folder resources/views/user/ dengan isi sebagai berikut :

    Membuat View User
    Gambar 10 – Membuat View User
  7. Buat routing/user di routes/web.php untuk menampilkan view
  8. Routing berfungsi untuk menentukan URL mana yang akan memanggil function tertentu di controller. Dalam hal ini, route /user akan memanggil function index di UserController.

    Buka file routes/web.php, lalu buat routing/user

    Membuat Routing User
    Gambar 11 – Membuat Routing User
  9. Pastikan server jalan (php artisan serve), lalu akses http://127.0.0.1:8000/user
  10. Jika halaman berhasil tampil, berarti alur MVC sudah berjalan dengan benar — route menerima request, controller memprosesnya, dan view menampilkan hasilnya. Akan muncul halaman "Hello dari Zahran!"

    Test di Browser
    Gambar 12 – Test di Browser

V. Hasil & Pembahasan

Praktikum ini berhasil dilakukan mulai dari instalasi tools pendukung (Composer, Node.js, Git, NPM), pembuatan project Laravel 12, hingga menjalankan server development. Penerapan pola MVC juga berhasil diimplementasikan dengan membuat UserController, view index.blade.php, dan routing /user yang menampilkan halaman "Hello dari Zahran!". Seluruh langkah berjalan sesuai dengan tujuan praktikum.


VI. Kesimpulan

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:

  1. Laravel 12 berhasil diinstal dan dikonfigurasi dengan benar
  2. Struktur project Laravel mengikuti pola MVC yang memisahkan logic (Controller), tampilan (View), dan data (Model) sehingga kode lebih terorganisir.
  3. Server development Laravel berjalan dengan baik dan dapat diakses melalui browser
  4. Routing dan view berfungsi sesuai dengan harapan
Semua langkah berhasil dijalankan dan output sesuai yang diharapkan.
Lihat Repository GitHub